Tn.A :
-
peran informal : hanya sebagai
anggota masyarakat
-
peran formal : menjadi kepala
keluarga, suami, ayah
Ny.K :
-
peran informal : hanya sebagai
anggota masyarakat dan perkumpulan ibu-ibu dilingkungan tempat tinggal
-
peran formal : sebagai ibu rumah
tangga, istri. ibu
Anak ke-1 :
-
peran informal : sebagai anggota masyarakat
dan pelajar
-
peran formal : sebagai anak
Anak ke-2 :
-
peran informal : sebagai anggota
masyarakat dan pelajar
-
peran formal : sebagai anak
* Nilai dan Norma keluarga
Keluarga kurang menyadari
pentingnya menjaga kesehatan, mereka membiasakan cuci tangan sebelum makan,
akan tetapi kebersihan lingkungan disekitarnya tidak dijaga dengan baik,
kecukupan gizi dalam keluarga juga kurang terpenuhi dilihat dari makanan yang
sering dikonsusmsi tiap harinya dikarenakan ekonomi rendah (tidak memenuhi 4
sehat 5 sempurna).
Fungsi Keluarga
. Fungsi Afektif
Keluarga klien saling memberikan
perhatian dan kasih saying. Klien selalu mendukung apa yang dilakukannya selama
dalam batas kewajaran dan tidak melangga etika dan sopan santun. Diterapkannya
demokrasi dalam mengatasi permasalahan keluarga.
25. Fungsi Sosial
Interaksi antara anggota keluarga
terjalin baik, masing-masing anggota keluarga masih memperhatikan dan
menerapkan etika sopan santun dalam berperilaku.
26. Fungsi Perawatan Kesehatan
a. kemampuan keluarga dalam mengenal
masalah kesehatan
keluarga cukup mengetahui
mengenai penyakit, namun pengetahuan mengenai penanganan jika mengalami
kekambuhan penyakit kurang. Terbukti saat Ny.K kambuh penyakitnya dia hanya
membeli obat di apotek tanpa berobat ke dokter dulu, dan juga ketika anaknya
mengalami cedera hanya diberi minyak gosok di area yang sakit, lalu digunakan
untuk istirahat sampai terasa baik.
b. Kemampuan keluarga memelihara
lingkungan rumah yang sehat
-
anggota kelurga mengerti potensi
yang ada pada setiap anggota kelurga dan mengerti tentang sumber-sumber kelurga
yang dimiliki
-
keluarga kurang menyadari bahwa
dengan menciptakan lingkungan yang bersih dapat mencegah penyebaran berbagai
jenis penyakit. Terbukti dari lingkungan sekitar banyak terdapat tumpukan
sampah, tidak terdapat juga empat sampah.
-
Keluarga kurang mengerti dan
menyadari tentang pentingnnya hygien sanitasi untuk menciptakan rumah yang
sehat. Terbukti jendela rumah jarang dibuka.
-
Keluarga secara keseluruhan
kurang mampu mempertahankan kondisi kesehatan mereka. Terbukti pemenuhan gizi
seimbang kurang, tidur tidak teratur, mengatur waktu antara bekerja dan
berkumpul dengan keluarga kurang baik, terbukti keluarga mengutamakan
pekerjaan.
c. Kemampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit
-
pegetahuan keluarga mengenai
penyakit terbatas, keluarga sedikit mengerti mengenai hal-hal yang dapat
menyebabkan kekambuhan dan yang perlu dilakukan untuk mencegah kekambuhan
-
jika anggota keluarga ada yang
sakit dan sekiranya perlu penanganan tenaga kesehatan, maka keluarga akan
mempercayakan perawatan dan penyembuhan pada tenaga kesehatan. Namun bila
sakitnya masih tergolong ringan, keluarga cukup menganjurkan istirahat,
pemenuhan kebutuhan dan konsumsi obat antiseptic, generic, dll dari apotek atau
warung kepada anggota keluarga yang sakit.
-
Untuk berjaga-jaga, keluarga
hanya menyediakan obat-obatan yang sering dikonsumsi dan cocok bagi
masing-masing anggota keluarga. Apabila penyakit yang diderita dirasa parah,
keluarga langsung membawa ke tenaga kesehatan.
-
Keluarga memberikan perhatian,
kasih saying dan support agar dapat membantu proses penyembuhan.
d. Kemampuan keluarga mengambil
keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat :
-
keluarga cukup mengerti tentang
kesehatan pada anggota keluarganya
-
anggota keluarga cukup peka
terhadap anggota keluarga yang sakit. Namun, terkadang maslah kesehatan
tersebut dianggap sepele atau tidak begitu diperhatikan secara lebih lanjut.
-
Keluarga tetap berusaha agar
penyakit yang diderita tidak kambuh dan selalu mencari solusi jika keluarga
sakit.
-
Keluarga sangat cemas dengan
kemungkinan penyakit yang menyerang anggota keluarga yang lain.
-
Keluarga selalu menanggapi setiap
masalah kesehatan secara positif
-
Keluarga kurang mendapat
informasi yang tepat mengenai tindakan yang dilakukan jika maslah kesehatan
muncul dalam keluarga, sehingga tidak dapat mengambil keputusan.
27. fungsi reproduksi
a. jumlah anak yang dimiliki Tn.A
ada 2 orang yaitu 1 perempuan dan 1 laki-laki
b. keluarga merencanakan jumlah
anggota keluarga dengan menjaga jarak kelahiran anak yang satu dengan yang
lainnya.
c. Tn.A dan Ny.K menggunakan metode
program KB alami
28. fungsi ekonomi
-
keluarga mampu memenuhi kebutuhan
sandang, pangan dan papan dari pendapatan yang diterima per bulan, namun
keluarga kurang mampu menyisihkan pendapatannya untuk keperluan yang tidak
terduga
-
keluarga kurang mampu
memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, seperti posyandu, puskesmas dll.
Stress dan Koping Keluarga
29. stressor jangka pendek dan
jangka panjang
-
stressor jangka pendek :
kerusakan rumah akibat banjir dan trauma adanya banjir susulan
-
stressor jangka panjang :
kekambuhan penyakit magh/gastritis pada Ny.K
30. Kemampuan keluarga berespon
terhadap situasi atau stressor
Untuk stress jangka pendek,
keluarga mengaku sedikit cemas karena tidak dapat tenang dan nyaman
beristirahat dirumahnya.meskipun demikian keluarga telah berusaha memperbaiki
rumahnya sehingga layak untuk dihuni dan tetap waspada dengan adanya banjir
susulan yang bisa datang lagi. Untuk stressor jangka panjang keluarga (terutama
Ny.K) berusaha mencegah kekambuhan penyakitnya. Namun terkadang Ny.K tetap
mengkonsumsi makanan yang menjadi pantangannya misalnya makanan pedas dan asam.
31. strategi koping yang
digunakan
Bila ada permasalahan dalam
keluarga, sering diselesaikan dengan musyawarah.
32. strategi adaptasi
disfungsional
Keluarga tidak pernah melakukan
kekerasan, perlakuan kejam terhadap anak, mengkambinghitamkan anak, memberikan
ancaman dalam menyelesaikan masalah.
Pemeriksaan Fisik
1. Tn.A (kepala keluarga)
TD
: 120/70 mmHg
R
: 24 x/menit
N
: 80 x/menit
S
: 36 0C
Ø KEPALA
-
Rambut dan kulit kepala
Inspeksi : rambut lurus, kulit
sawo matang
-
Mata
Inspeksi : kedua mata simetris,
konjungtiva tidak pucat
-
Hidung
Inspeksi : hidung simetris, tidak
ada pembesaran polip
-
Mulut dan faring
-
Telinga
Inspeksi : kedua telinga simetris
Ø LEHER
Inspeksi : tidak ada nodul
Ø DADA
Pergerakan dada terlihat saat inspirasi, Suara jantung S1 dan S2 tunggal,
tidak terdapat palpitasi, suara mur – mur tidak ada ronchi (-), wheezing (-),
nafas cuping hidung (-).
Ø ABDOMEN
Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya pembesaran hepar,
pergerakan peristaltik usus baik.
Ø EKSTREMITAS
Inspeksi : anggota gerak lengkap,
tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki.
2. Ny.K (Istri)
TD
: 120/80 mmHg
R
: 26 x/menit
N
: 80 x/menit
S
: 36 0C
Ø KEPALA
-
Rambut dan kulit kepala
Inspeksi : rambut lurus, kulit
putih bersih
-
Mata
Inspeksi : kedua mata simetris,
konjungtiva tidak pucat
-
Hidung
Inspeksi : hidung simetris, tidak
ada pembesaran polip
-
Mulut dan faring
-
Telinga
Inspeksi : kedua telinga simetris
Ø LEHER
Inspeksi : tidak ada nodul
Ø DADA
Pergerakan dada terlihat saat inspirasi, Suara jantung S1 dan S2 tunggal,
tidak terdapat palpitasi, suara mur – mur tidak ada ronchi (-), wheezing (-),
nafas cuping hidung (-).
Ø ABDOMEN
Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya pembesaran hepar,
pergerakan peristaltik usus baik.
Ø EKSTREMITAS
Inspeksi : anggota gerak lengkap,
tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada kelainan pada jari tangan dan kaki.
Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan
Keluarga berharap agar mampu
memberikan pelayanan yang baik dan tepat pada siapa saja yang membutuhkan tidak
hanya pasien yang di RS tetapi juga warga masyarakat yang membutuhkan bantuan
pelayanan kesehatan. Jangan membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan antara
masyarakat miskin dengan kaya
Pengkajian
Fokus
-
Hubungan anak terhadap orang tua
baik, walau pun sibuk bekerja ibu dan ayah selalu meluangkan waktu disela- sela
pekerjaan untuk pulang kerumah memberi makan dan melihat keadaan anaknya
-
Hubungan anak dengan adiknya
sangat baik, selalu bermain bersama meski orang tua pergi bekerja (saling
menjaga satu sama lain)
-
Orang tua membentuk jaringan
dengan anak dengan cara tiap hari selalu meluangkan waktu disela-sela pekerjaan
menjenguk anaknya dirumah, tetap memberikan kasih sayang, perhatian kepada
seluruh keluarga dan tetap menjaga komunikasi dengan baik.
-
Pelaksanaan tugas dan fungsi
keluarga tetap terjaga dengan baik kedua orang tua memiliki tugas sebagai
kepala keluarga, isri, ayah dan juga ibu.
Analisa Data
|
SIMPTOM
|
ETIOLOGI
|
PROBLEM
|
|
DO: bila
lelah dan makannya tidak teratur Ny.K nampak menahan nyeri
DS: pasien
mengatakan bila lelah dan makan tidak teratur perutnya terasa nyeri. Lalu
biasanya cukup minum obat magh (antasida), tidak pernah ke dokter periksa
Skala nyeri :
4 (1-5)
|
Ketidak
mampuan keluarga untuk mengenal mengenai masalah kesehatan yang meliputi
pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab yang mempengaruhinya serta
persepsi keluarga terhadap masalah
|
Nyeri Akut
(Ny.K)
|
|
DO: keluarga
tampak sering tiduran dan berkumpul diruang tamu.
DS: keluarga
mengaku masih sedikit cemas dan keluarga tidak dapat berada didalam rumah
dengan nyaman dan tenang. Keluarga tetap waspada dengan adanya banjir susulan
akibat cuaca yang tidak menentu dan tidak disangka-sangka.
|
Ketidak
mampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat atas
kecemasan atau trauma yang dirasakan.
|
Sindrom pasca
trauma
|
K. Skoring
1. Nyeri akut pada Ny.K pada
keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga untuk mengenal
masalah kesehatan anggota keluarga.
|
No
|
Kriteria
|
Penghitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1
|
Sifat
masalah: aktual
|
3/3x1 = 3/3
|
3/3=1
|
Masalah sudah
terjadi
|
|
2
|
Kemungkinan
masalah dapat diubah: sebagian
|
1/2x2 = 1
|
1
|
Kebiasaan
klien yang dapat mendorong kekambuhan akan terulang kembali saat klien
merasakan dalam keadaan sehat
|
|
3
|
Potensial
masalah untuk dicegah : cukup
|
2/3x1 = 2/3
|
2/3
|
Sumber-sumber
dan tindakan yang mencegah kekambuhan dapat dijangkau oleh klien
|
|
4
|
Menonjolnya
masalah: masalah tidak dirasakan
|
0/2x1 = 0
|
0
|
Kebiasaan
dalam mengatasi masalah yang sedederhana menyebabkan masalah tidak dianggap
serius oleh klien dan keluarga
|
|
∑ :22/3
|
2. Sindrom pasca trauma pada
keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengambil
keputusan mengenai tindakan yang tepat atas kecemasan atau trauma yang
dirasakan.
|
No.
|
Kriteria
|
Penghitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1
|
Sifat
masalah: aktual
|
3/3x1 = 1
|
1
|
Masalah
actual karena mekanisme koping keluarga kurang adekuat dan stressor sangat
dirasakan keluarga
|
|
2
|
Kemungkinan
masalah dapat diubah: sebagian
|
1/2x2 = 1
|
1
|
Semakin lama,
stressor makin sedikit sehingga trauma dapat diatasi sebagian.
|
|
3
|
Potensial
masalah untuk dicegah: cukup
|
2/3x1 = 1
|
2/3
|
Penerimaan
dan keikhlasan terhadap suatu peristiwa dapat mengurangi trauma
|
|
4
|
Menonjolnya
masalah: masalah berat, perlu penanganan serius
|
2/2x1 = 1
|
1
|
Trauma
merupakan salah satu tanda keadaan psikologis yang terganggu
|
|
∑ :32/3
|
L. Prioritas Masalah
1. Sindrom pasca trauma pada
keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengambil
keputusan mengenai tindakan yang tepat atas kecemasan atau trauma yang
dirasakan
2. Nyeri akut pada Ny.K pada
keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk mengenal masalah
kesehatan anggota keluarga.
M. PERENCANAAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.A
|
N
o
|
Hari/
Tanggal
|
Diagnosa
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasionalisasi
|
|
|
Umum
|
Khusus
|
|||||
|
1.
|
Rabu/
22/12/10
|
Sindrom pasca trauma pada keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat atas
kecemasan atau trauma yang dirasakan
|
Setelah dilakukan tindakan selama 2 hari diharapkan keluarga mampu
mengatasi sindrom pasca trauma
|
1. Keluarga mampu mengenal masalah
trauma dalam keluarga
2. Keluarga mampu memutuskan
tindakan yang tepat untuk mengatasi kecemasan dan trauma
3. Keluarga mampu melakukan
tindakan keperawatan mencegah trauma yang berlebih
4. Keluarga mampu memelihara
lingkungan fisik, psikis, dan social untuk mempertahankan derajat kesehatan
5. Keluarga mampu memanfaatkan
sumberdaya yang ada dimasyarakat seperti puskesma, posyandu untuk memperoleh
pelayanan kesehatan.
|
1. Anjurkan keluarga untuk
mengungkapkan kecemasannya
2. Anjurkan keluarga untuk
mengurangi stressor yang menyebabkan kecemasan seperti anjurkan keluarga
untuk tidak berfokus terhadap kejadian banjir yang paling berkesan dan
merusak harta benda.
3. Anjurkan keluarga untuk tetap
mempertahankan mekanisme koping keluarga dalam menghadapi masalah
4. Anjurkan keluarga untuk menjaga
hubungan social dengan tetangga yang memiliki kesamaan senasib dan
sepenanggungan, menjaga keadaan psikis dengan mampu menerima dengan ikhlas
keadaan yang menimpanya.
5. Anjurkan keluarga untuk meminta
bantuan dari tega kesehatan dalam upaya mengurangi masalah kesehatan
|
1. Dengan mengungkapkan apa yang
dirasakan kepada perawat, dapat mengurangi beban yang dirasakan.
2. Dengan tidak selalu mengingat
dan mengenang masa lalu yang menyedihkan dan menakutkan, keluarga dapat
mengurangi trauma.
3. Mekanisme koping keluarga yang
adekuat dapat mencegah trauma yang berlebih.
4. Keadaan fisik, social dan
psikis anggota keluarga dapat mempengaruhi derajat kesehatan keluarga.
5. Pelayanan kesehatan merupakan
salah satu bentuk sumber daya yang ada dimasyarakat.
|
|
2.
|
Rabu/
22/12/10
|
Nyeri akut pada Ny.K pada keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga untuk mengenal masalah kesehatan anggota keluarga.
|
Setelah dilakukan tindakan selama 2 hari diharapkan Ny.K mampu mengatasi
nyeri
|
1. Keluarga mampu mengenal
penyakit gastritis.
2. Keluarga mampu memutuskan
tindakan yang tepat untuk mengatasi kekambuhan Ny.K
3. Keluarga mampu melakukan
tindakan keperawatan pencegahan penyakit Ny.K
4. Keluarga mampu memelihara
lingkungan fisik, psikis, dan social sehingga dapat menunjang peningkatan
kesehatan Ny.K
5. Keluarga mampu memanfaatkan
sumberdaya yang ada dimasyarakat seperti puskesmas, psyandu, kartu sehat
untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi Ny.K
|
1. Jelaskan tentang penyakit
gastritis, meliputi: pengertian, tanda dan gejala, penyebab, penanganan dan
pencegahan serta akibat bila penanganan tidak tepat atau tdk segera ditangani
dengan bahasa yang mudah dipahami.
2. Jelaskan kepada keluarga
mengenai hal-hal yang dapat dilakukan saat penyakit Ny.K kambuh
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
membantu klien dalam menghindari dan meminimalisasikan segala bentuk makanan
dan minuman yang dapat menyebabkan penyakit Ny.K kambuh
4. Anjurkan kepada keluarga untuk
tidak membiarkan Ny.K kecapean dan banyak pikiran.
5. Anjurkan kepada keluarga untuk
memeriksakan Ny.K kepelayanan kesehatan terdekat baik saat kambuh maupun
tidak untuk mengetahui perkembangan penyakit Ny.K
|
1. Klien mampu memahami penyakit
gastritis, meliputi: pengertian, tanda dan gejala, penyebab, penanganan
dan pencegahan serta akibat bila penanganan tidak tepat atau tdk segera
ditangani.
2. Keluarga mampu memberikan
tindakan yang tepat bagi klien
3. Keikutsertaan keluarga secara
optimal dapat membantu klien untuk mempertahankan kesehatannya.
4. Dorongan dan motivasi dari
keluarga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan Ny.K
5. Pemeriksaan yang teratur dapat
mencegah keadaan penyakit yang lebih berat dan dapat mengontrol kesembuhan
klien.
|
N.
IMPLEMENTASI
|
Hari/tgl
|
No. Dx
|
I M P E L E M
E N T A S I
|
Ket
|
|
Kamis/
23/12/2010
|
1
|
1. Menganjurkan keluarga untuk
mengungkapkan kecemasannya
Hasil : keluarga mengungkapakan
kecemasannya
2. Menganjurkan keluarga untuk
mengurangi stressor yang menyebabkan kecemasan seperti anjurkan keluarga
untuk tidak berfokus terhadap kejadian banjir yang paling berkesan dan
merusak harta benda.
Hasil ; keluarga mendengarkan dengan
baik apa yang disrankan, dan ingin mencoba melaksanakan apa yang telah
dingajurkan perawat
3. Menganjurkan keluarga untuk
tetap mempertahankan mekanisme koping keluarga dalam menghadapi masalah
Hasil : keluarga mendengarkan dengan
seksama anjuran yang diberikan perawat dan ingin memperbaiki koping
keluarganya.
4. Menganjurkan keluarga untuk
menjaga hubungan social dengan tetangga yang memiliki kesamaan senasib dan
sepenanggungan, menjaga keadaan psikis dengan mampu menerima dengan ikhlas
keadaan yang menimpanya.
Hasil : kelurga menjaga hubungan
social dengan tetangga yang memiliki kesamaan senasib dan sepenanggungan,
menjaga keadaan psikis dengan mampu menerima dengan ikhlas keadaan yang
menimpanya, meskipun jarang berkumpul dan berkomunikasi dengan mereka.
5. Menganjurkan keluarga untuk
meminta bantuan dari tenaga kesehatan dalam upaya mengurangi masalah
kesehatan.
Hasil : keluarga menerima saran untuk
meminta bantuan kepada tenaga kesehatan dan keluarga mengatakan akan
melaksanakannya.
|
|
|
Kamis/
23/12/2010
|
2
|
1. Menjelaskan tentang penyakit gastritis,
meliputi: pengertian, tanda dan gejala, penyebab, penanganan dan pencegahan
serta akibat bila penanganan tidak tepat atau tdk segera ditangani dengan
bahasa yang mudah dipahami.
Hasil : klien
tampak mendengarkan dan dengan seksama dan klien mengatakan agak mengerti
dengan penjelasan yang diberikan.
2. Menjelaskan kepada keluarga
mengenai hal-hal yang dapat dilakukan saat penyakit ny.x kambuh.
Hasil : klien
tampak mengerti dengan penjelasan yang diberikan perawat, dan klien
mengatakan akan melaksanakan apa yang disarankan.
3. Menganjurkan kepada keluarga
untuk membantu klien dalam menghindari dan meminimalisasikan segala bentuk
makanan dan minuman yang dapat menyebabkan penyakit Ny.K kambuh
Hasil :
keluarga tampak mengerti dan bersedia membantu klien
4. Menganjurkan kepada keluarga
untuk tidak membiarkan ny.x kecapean dan banyak pikiran.
Hasil ;
keluarga mengatakan akan selalu mengingatkan klien untuk menjaga kebiasaan
dan aktivitas yang menyebabkan kekambuhan penyakit klien.
5. Menganjurkan kepada keluarga
untuk memeriksakan Ny.K kepelayanan kesehatan terdekat baik saat kambuh
maupun tidak untuk mengetahui perkembangan penyakit Ny.K
Hasil :
keluarga mendengarkan dengan baik dan menerima saran yang diberikan dan akan
mengaplikasikannya.
|
O.
EVALUASI
|
No.
|
Hari/tgl
|
DIAGNOSA
|
E V A L U A S
I
|
|
1
|
sabtu /
25/12/2010
|
Sindrom pasca
trauma pada keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat atas kecemasan atau trauma
yang dirasakan
|
S : keluarga mengatakan kini
sudah tidak secemas hari-hari kemarin karena rumah yang rusak sudah
diperbaiki, danada info bahwa akan ada perbaikan selokan dan pembuangan air bah
oleh pemerintah setempat secepatnya.
O : keluarga tampak lebih tenang
A : masalah teratasi sebagian
(intervensi 1 dan 5 = berhasil/ intervensi 2, 3, 2 = belum berhasil)
P: lanjutkan intervensi : 2,
3,dan 4
|
|
2
|
sabtu /
25/12/2010
|
Nyeri akut
pada Ny.K pada keluarga Tn.A berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk
mengenal masalah kesehatan anggota keluarga.
|
S : Ny.x mengatakan kini telah
memahami penyakitnya dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah
kekambuhan dan yang perlu dilakukan saat kambuh
O :
- klien tampak mengangguk saat diberi penjelasan
- klien mengatakan mengerti
dengan penjelasan perawat
A : masalah teratasi
P : pertahankan intervensi
|